“Apapun yang terjadi, Tuhan selalu menyertai-ku,
Apapun yang terjadi, Tuhan tidak akan pernah meninggalkanku.”
Dua kalimat itulah yang aku dapatkan di ibadah hari Minggu ini. (19 Juni 2009-red)
Bukan karena aku mengasihi Tuhan, Dia ada disetiap hidupku. Bukan karena aku mencintai Tuhan, yang akan membuat hati Tuhan senang. Tapi, karena Tuhan telah lebih dulu mencintai dan mengasihi aku, serta karena kasih karunia penyelamatan-Nya, Dia datang untuk menyelamatkan aku, Dia datang untuk mengambil aku dari dunia. Kini, hidupku bukanlah milik dunia lagi, tapi milik Tuhan.
Hari ini benar-benar luar biasa buat aku. Bukan krena kebetulan aku masuk ke Gereja, bukan karena kebetulan juga aku datang di ibadah jam 12 siang. Tapi, karena tuntunan Tuhan, aku datang, duduk di dalam Gereja, dan bersekutu bersama dengan orang-orang percaya lainnya. Tadi, semenjak pembacaan Firman, sampai kotbah selesai dan berujung pada saat teduh, aku merasa dibangunkan kembali oleh Tuhan. Jiwaku yang terlelap dengan segala tawaran-tawaran dunia, benar-benar disadarkan melalui berbagai macam kesaksian yang diceritakan oleh pak Pendeta (siapa ya tadi?) yang sedang kotbah.
Aku yang sekarang ini terlalu sibuk dengan ujian, terlalu sibuk dengan kegiatan perkuliahan, sampai-sampai melupakan Tuhan yang memberikan semuanya itu kepadaku. Aku sadar, bahwa hidupku bukan untuk diriku sendiri, tapi untuk kemuliaan Tuhan. Aku kuliah di UGM, bukan untuk diriku sendiri, bukan juga untuk masa depanku nanti, tapi untuk Tuhan. Karena masa depanku juga milik Tuhan. Dia yang sudah merancang semua jalan kehidupanku di dunia ini.
Ada beberapa pertanyaan yang bisa menjadi dasar dari setiap perkataanku itu. “kenapa aku dilahirkan didunia?”
“untuk apa semua hal yang aku lakukan selama ini?”
Jawabannya hanya ada satu, “Tuhan, adalah alasan kenapa aku hidup”
Thanks God, seandainya tadi aku menuruti keinginanku sendiri untuk tetap tidur dan tidak pergi ke Gereja, mungkin semuanya ini tidak akan pernah aku alami. Tapi, terima kasih atas hari ini, terima kasih atas teguran kasih-Mu yang Engkau nyatakan melalui pak Pendeta (duhhh,, yang kotbah tadi siapa ya namanya?????), dan juga melalui orang-orang yang berada disekitarku serta melalui peristiwa-peristiwa yang aku alami. Thanks, God.
Apapun yang terjadi, Tuhan tidak akan pernah meninggalkanku.”
Dua kalimat itulah yang aku dapatkan di ibadah hari Minggu ini. (19 Juni 2009-red)
Bukan karena aku mengasihi Tuhan, Dia ada disetiap hidupku. Bukan karena aku mencintai Tuhan, yang akan membuat hati Tuhan senang. Tapi, karena Tuhan telah lebih dulu mencintai dan mengasihi aku, serta karena kasih karunia penyelamatan-Nya, Dia datang untuk menyelamatkan aku, Dia datang untuk mengambil aku dari dunia. Kini, hidupku bukanlah milik dunia lagi, tapi milik Tuhan.
Hari ini benar-benar luar biasa buat aku. Bukan krena kebetulan aku masuk ke Gereja, bukan karena kebetulan juga aku datang di ibadah jam 12 siang. Tapi, karena tuntunan Tuhan, aku datang, duduk di dalam Gereja, dan bersekutu bersama dengan orang-orang percaya lainnya. Tadi, semenjak pembacaan Firman, sampai kotbah selesai dan berujung pada saat teduh, aku merasa dibangunkan kembali oleh Tuhan. Jiwaku yang terlelap dengan segala tawaran-tawaran dunia, benar-benar disadarkan melalui berbagai macam kesaksian yang diceritakan oleh pak Pendeta (siapa ya tadi?) yang sedang kotbah.
Aku yang sekarang ini terlalu sibuk dengan ujian, terlalu sibuk dengan kegiatan perkuliahan, sampai-sampai melupakan Tuhan yang memberikan semuanya itu kepadaku. Aku sadar, bahwa hidupku bukan untuk diriku sendiri, tapi untuk kemuliaan Tuhan. Aku kuliah di UGM, bukan untuk diriku sendiri, bukan juga untuk masa depanku nanti, tapi untuk Tuhan. Karena masa depanku juga milik Tuhan. Dia yang sudah merancang semua jalan kehidupanku di dunia ini.
Ada beberapa pertanyaan yang bisa menjadi dasar dari setiap perkataanku itu. “kenapa aku dilahirkan didunia?”
“untuk apa semua hal yang aku lakukan selama ini?”
Jawabannya hanya ada satu, “Tuhan, adalah alasan kenapa aku hidup”
Thanks God, seandainya tadi aku menuruti keinginanku sendiri untuk tetap tidur dan tidak pergi ke Gereja, mungkin semuanya ini tidak akan pernah aku alami. Tapi, terima kasih atas hari ini, terima kasih atas teguran kasih-Mu yang Engkau nyatakan melalui pak Pendeta (duhhh,, yang kotbah tadi siapa ya namanya?????), dan juga melalui orang-orang yang berada disekitarku serta melalui peristiwa-peristiwa yang aku alami. Thanks, God.
hm, blognya setelah lama tdk berkunjung.. memang apik tenan..
ditambah kak Dil, cerita2nya..
ttg PMK jg dunk.
ok