Tuhan memberi jalan
01.27
Kejadian ini sudah setahun yang lampau, entah aku lupa tanggalnya. namun, yang aku ingat adalah, bagaimana waktu itu, Tuhan memberi jalan untuk setiap masalah yang aku hadapi.
aku berasal dari keluarga yang boleh dikatakan "kurang mampu". orang tuaku kerja sebagai tentara TNI-AD (Bapak), sedangkan Mama (aku manggilnya Mamah), sebagai ibu rumah tangga. keluarga kami memang selalu berkecukupan. namun, entah mengapa karena sesuatu hal, banyak biaya yang akhirnya dikeluarkan untuk membiayai macam-macam, entah itu sumbangan buat sekolah, uang gedung, dan mungkin yang paling besar dari semuanya itu adalah untuk biaya membangun rumah kami.
oya, kakak-ku waktu itu sudah diterima menjadi seorang tentara juga (suatu berkat Tuhan, yang datang atas diri kakakku, mungkin akan kuceritakan di lain kesempatan).
waktu aku kelas 3 sma, sudah waktunya aku berpikir untuk kuliah. orang tua selalu tanya, aku mau melanjutkan kemana. mereka juga sering nawarin aku buat masuk tentara, tapi aku nggak mau.
aku mau kuliah, itu saja. namun, setiap mereka bertanya tentang apa yang mau aku ambil di kuliah nanti, aku tidak menjawab, aku sendiri bingung mau njawab apa. mau kuliah pake apa coba? biaya semakin mahal. pernah suatu kali, aku mau ndaftar pmdk ipb, namun formulirnya mahal aku akhirnya tidak jadi mendaftar. kemudian, aku mendaftarkan diri ke unnes, aku sudah mantap mau masuk ke pendidikan bahasa jepang. aku suka pelajaran itu, lagian, biaya kuliah di unnes, waktu itu, tidak mahal-mahal amat (tidak semahal ugm dan ipb tentunya......) mungkin ini bisa meringankan beban orang tuaku. namun, ternyata, ada keputusan baru, yang di keluarkan unnes waktu itu. setiap mahasiwa baru ditarik uang pembangunan, sesuai program studi yang dimbilnya. untuk proram ipa, paling tidak sampai 2 juta, sedangkan untuk program ips, berkisar antara 1,5-1,75 juta waktu itu.
aku bilang sama mamah waktu itu. dan aku melihat ada suatu keraguan di mata mamah. bapak juga diberi tau mamah, tentang biaya yang mungkin dikeluarkan untuk kuliah. bapak dan mamah waktu itu kira-kira bilang begini, "ya sudah, nggak apa-apa, nggo anak, opo-opo dianak-anake" (arti: semua akan dilakukan demi anak)
aku menangkap ada nada keraguan. aku juga merasa nggak mungkin kami akan membayar semahal itu untuk kuliah. tapi, akhirnya aku beli formulir di unnes.
sebelum aku mengirim formulir tersebut, aku mencoba mendaftar ugm, mengikuti program PBUTM. awalnya, aku takut, sekolah tidak mau mencalonkan, karena aku sendiri juga tidak yakin bisa masuk. suatu kali, aku tanya ke guru BK, (waktu itu, aku tanya sama guru BK yang ibu-ibu).
"bu, kalau ikutan program pbutm, bisa apa tidak?"
trus, dia njawabnya gini, "ooo,,, ya itu diwakilkan sama sekolah, kalau mau ndaftar sendiri, mending ndaftar pbs saja. kalau itu bisa...."
haaahhhhh????? tuing2!!! aku jadi lemes, masak dari mau ndaftar pbutm, ditawarin pbs? hah? gila apa? duit dari mana? boro-boro mbayar ampe berpuluh-puluh juta, 2 juta aja, masih mikir uang dari mana.
aku kemudian mengurungkan niatku.
waktu tu, aku main internet di sekolah, yang dibuka on-line khusus untuk anak kelas 3 yang mau ngedaftar um ugm, dan spmu unnes. aku ikutan nimbrung aja, deh..... hehehehe, aku ketemu ama temenku, yang kebetulan juga anak dari Tegalrejo, sama kayak aku. aku nanya masalah pbutm, trus, ternyata dia juga pengen ikutan. lalu, kami sepakat tanya, sama guru bk yang cowok, yang bapak-bapak, kebetulan waktu itu, beliau yang ngurusin pendaftaran siswa yang mau nglanjut ke universitas. entah angin apa yang datang, beliau langung aja njawab "oooo, boleh-boleh saja". untuk program pbutm atau pbub, satu sekolah mewakilkan maksimal 2 orang siswa. yah, jadi kami pas, donk. Puji Tuhan,,,,, tapi aku masih sangsi waktu itu, apa aku bakalan diterima?
akhirnya aku mendaftar on-line untuk formulir pbutm. untuk jalur masuk pbutm, aku nggak usah mbayar uang formulirnya, alias gratis,tis,tis,tis.......... dan seandainya diterima, aku juga bebas biaya pendidikan (spp dan bop) selama 4 tahun penuh atau 8 semester, tergantung pada IP juga sih, nantinya....
tapi, aku bersyukur sudah boleh ndaftar.
pertama kali aku melihat jurusan yang hendak aku ambil, aku bingung lagi. Niatnya, sih aku mau ambil sastra jepang, namun untuk program pmdk, seperti pbutm, prodi yang diambil harus sesuai dengan jurusan yang diambil di sma, kalau tadinya dari kelas ipa, ya yang diambil dari prodi ipa juga. aku jadi bingung mau ambil apaan. yah, akhirnya, aku klik biologi aja, lagian itu juga tulisannya dia atas sendiri, daripada bingung-bingung, aku klik aja, toh aku juga udah keburu yakin tidak diterima.
bapak ku ngurusin surat-surat yang diperlukan, sepeti legalisir akte kelahiranku, kartu keluarga, daftar gaji terbaru, de el el. akhirnya, semua berkas aku serahkan ke guru bk yang tadi itu tu...., buat diurus ke ugm. tadinya guruku bilang gini nih, waktu lihat gaji bapakku, " kalau ini misalnya tidak diterima, tidak apa-apa ya,,,," yah, aku spontan aja bilang tidak apa-apa, coz, aku kan nggak yakin ikutan itu,,,,
namun, ternyata Tuhan punya kehendak lainnya. pada hari pengumuman, yang harusnya akhir februari 2007, itu, pengumumannya diundur. waktu itu aku sudah ndekem di internet, tapi ternyata masih belum ada pengumuman. yah, gara-gara itu, aku nggak nyari pengumuman lagi. nah, kira-kira 3 hari setelah itu, sekitar tanggal 3 maret kalau nggak salah, aku ndekem lagi di warnet, aku lihat pengumumannya, pertama kali, diminta nomor pin, duh, aku sendiri lupa, berapa nomor pin pendaftarannya,,,, tapi sempet kebawa juga sih kertasnya,
pertama kalinya, aku jadi dag-dig-dug waktu ngebaca kata pertama nya doank di pengumuman, "ya ampun, kok bikin ndredeg kayak gini ya?" dan ternyata- e - ternyata, aku diterima jadi mahasiswa ugm jalur pbutm. wahhhhhhh,,,,,,,senangnya diriku..... sempet nggak nyangka juga sih, tapi aku bersyukur. itu sudah kesekian kalinya, Tuhan menyatakan mukjizat- Nya di keluargaku. dari sesuatu yang tidak mungkin menurut ku, dar sesuatu yang nggak masuk di alam pikiranku, ternyata itu bisa terjadi ketika Tuhan menghendakinya. dan akhirnya, untuk biaya masuk ugm aku hanya membayar 310 ribu rupiah, itu untuk biaya pembautan jas almamater, dll. Tuhan meringankan beban orang tuaku, nggak hanya itu, Dia juga meringankan bebanku.
beberapa bulan setelahnya, pengumuman mahasiswa yang diterima di unnes juga diumumkan. awalnya, aku diterima tes wawancara untuk jurusan pendidikan bahasa jepang, tapi aku nggak datang, coz, waktu itu aku harus di Sidi di Gereja.
karena kehendak Tuhan juga, aku akhirnya juga diterima di pilihan kedua, jurusan biologi unnes. namun, aku milih ugm aja deh, hehehehehehe coz, di unnes masih mbayar lagi, ribet dah jadinya. ^_^
dari sini aku belajar, Tuhan itu sangat luar biasa, tangan-Nya tidak kurang panjang untuk menolong kita, untuk membuat mukjizat bagi kita. aku jadi teringat lagu Mukjizat Itu Nyata, dari Nikita, memang benar, kuasa Tuhan itu tidak terbatas. bahkan apa yang kelihatan mustahil bagiku, itu menjadi sangat mungin bagi Dia. karena, Dia yang sudah merenda hidup ku. Dia tahu segalanya tentang diriku, tentang hidupku, tentang apa yang aku butuhkan.
Dia tahu segalanya, lebih dari apa yang kutahu tentang diriku sendiri.
"Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung dan mulia, akan ada saatnya nanti, kau melihat pelangi kasih-Nya"
God bless we all ^_^
aku berasal dari keluarga yang boleh dikatakan "kurang mampu". orang tuaku kerja sebagai tentara TNI-AD (Bapak), sedangkan Mama (aku manggilnya Mamah), sebagai ibu rumah tangga. keluarga kami memang selalu berkecukupan. namun, entah mengapa karena sesuatu hal, banyak biaya yang akhirnya dikeluarkan untuk membiayai macam-macam, entah itu sumbangan buat sekolah, uang gedung, dan mungkin yang paling besar dari semuanya itu adalah untuk biaya membangun rumah kami.
oya, kakak-ku waktu itu sudah diterima menjadi seorang tentara juga (suatu berkat Tuhan, yang datang atas diri kakakku, mungkin akan kuceritakan di lain kesempatan).
waktu aku kelas 3 sma, sudah waktunya aku berpikir untuk kuliah. orang tua selalu tanya, aku mau melanjutkan kemana. mereka juga sering nawarin aku buat masuk tentara, tapi aku nggak mau.
aku bilang sama mamah waktu itu. dan aku melihat ada suatu keraguan di mata mamah. bapak juga diberi tau mamah, tentang biaya yang mungkin dikeluarkan untuk kuliah. bapak dan mamah waktu itu kira-kira bilang begini, "ya sudah, nggak apa-apa, nggo anak, opo-opo dianak-anake" (arti: semua akan dilakukan demi anak)
aku menangkap ada nada keraguan. aku juga merasa nggak mungkin kami akan membayar semahal itu untuk kuliah. tapi, akhirnya aku beli formulir di unnes.
sebelum aku mengirim formulir tersebut, aku mencoba mendaftar ugm, mengikuti program PBUTM. awalnya, aku takut, sekolah tidak mau mencalonkan, karena aku sendiri juga tidak yakin bisa masuk. suatu kali, aku tanya ke guru BK, (waktu itu, aku tanya sama guru BK yang ibu-ibu).
"bu, kalau ikutan program pbutm, bisa apa tidak?"
trus, dia njawabnya gini, "ooo,,, ya itu diwakilkan sama sekolah, kalau mau ndaftar sendiri, mending ndaftar pbs saja. kalau itu bisa...."
haaahhhhh????? tuing2!!! aku jadi lemes, masak dari mau ndaftar pbutm, ditawarin pbs? hah? gila apa? duit dari mana? boro-boro mbayar ampe berpuluh-puluh juta, 2 juta aja, masih mikir uang dari mana.
aku kemudian mengurungkan niatku.
waktu tu, aku main internet di sekolah, yang dibuka on-line khusus untuk anak kelas 3 yang mau ngedaftar um ugm, dan spmu unnes. aku ikutan nimbrung aja, deh..... hehehehe, aku ketemu ama temenku, yang kebetulan juga anak dari Tegalrejo, sama kayak aku. aku nanya masalah pbutm, trus, ternyata dia juga pengen ikutan. lalu, kami sepakat tanya, sama guru bk yang cowok, yang bapak-bapak, kebetulan waktu itu, beliau yang ngurusin pendaftaran siswa yang mau nglanjut ke universitas. entah angin apa yang datang, beliau langung aja njawab "oooo, boleh-boleh saja". untuk program pbutm atau pbub, satu sekolah mewakilkan maksimal 2 orang siswa. yah, jadi kami pas, donk. Puji Tuhan,,,,, tapi aku masih sangsi waktu itu, apa aku bakalan diterima?
akhirnya aku mendaftar on-line untuk formulir pbutm. untuk jalur masuk pbutm, aku nggak usah mbayar uang formulirnya, alias gratis,tis,tis,tis.......... dan seandainya diterima, aku juga bebas biaya pendidikan (spp dan bop) selama 4 tahun penuh atau 8 semester, tergantung pada IP juga sih, nantinya....
tapi, aku bersyukur sudah boleh ndaftar.
pertama kali aku melihat jurusan yang hendak aku ambil, aku bingung lagi. Niatnya, sih aku mau ambil sastra jepang, namun untuk program pmdk, seperti pbutm, prodi yang diambil harus sesuai dengan jurusan yang diambil di sma, kalau tadinya dari kelas ipa, ya yang diambil dari prodi ipa juga. aku jadi bingung mau ambil apaan. yah, akhirnya, aku klik biologi aja, lagian itu juga tulisannya dia atas sendiri, daripada bingung-bingung, aku klik aja, toh aku juga udah keburu yakin tidak diterima.
bapak ku ngurusin surat-surat yang diperlukan, sepeti legalisir akte kelahiranku, kartu keluarga, daftar gaji terbaru, de el el. akhirnya, semua berkas aku serahkan ke guru bk yang tadi itu tu...., buat diurus ke ugm. tadinya guruku bilang gini nih, waktu lihat gaji bapakku, " kalau ini misalnya tidak diterima, tidak apa-apa ya,,,," yah, aku spontan aja bilang tidak apa-apa, coz, aku kan nggak yakin ikutan itu,,,,
namun, ternyata Tuhan punya kehendak lainnya. pada hari pengumuman, yang harusnya akhir februari 2007, itu, pengumumannya diundur. waktu itu aku sudah ndekem di internet, tapi ternyata masih belum ada pengumuman. yah, gara-gara itu, aku nggak nyari pengumuman lagi. nah, kira-kira 3 hari setelah itu, sekitar tanggal 3 maret kalau nggak salah, aku ndekem lagi di warnet, aku lihat pengumumannya, pertama kali, diminta nomor pin, duh, aku sendiri lupa, berapa nomor pin pendaftarannya,,,, tapi sempet kebawa juga sih kertasnya,
pertama kalinya, aku jadi dag-dig-dug waktu ngebaca kata pertama nya doank di pengumuman, "ya ampun, kok bikin ndredeg kayak gini ya?" dan ternyata- e - ternyata, aku diterima jadi mahasiswa ugm jalur pbutm. wahhhhhhh,,,,,,,senangnya diriku..... sempet nggak nyangka juga sih, tapi aku bersyukur. itu sudah kesekian kalinya, Tuhan menyatakan mukjizat- Nya di keluargaku. dari sesuatu yang tidak mungkin menurut ku, dar sesuatu yang nggak masuk di alam pikiranku, ternyata itu bisa terjadi ketika Tuhan menghendakinya. dan akhirnya, untuk biaya masuk ugm aku hanya membayar 310 ribu rupiah, itu untuk biaya pembautan jas almamater, dll. Tuhan meringankan beban orang tuaku, nggak hanya itu, Dia juga meringankan bebanku.
beberapa bulan setelahnya, pengumuman mahasiswa yang diterima di unnes juga diumumkan. awalnya, aku diterima tes wawancara untuk jurusan pendidikan bahasa jepang, tapi aku nggak datang, coz, waktu itu aku harus di Sidi di Gereja.
karena kehendak Tuhan juga, aku akhirnya juga diterima di pilihan kedua, jurusan biologi unnes. namun, aku milih ugm aja deh, hehehehehehe coz, di unnes masih mbayar lagi, ribet dah jadinya. ^_^
dari sini aku belajar, Tuhan itu sangat luar biasa, tangan-Nya tidak kurang panjang untuk menolong kita, untuk membuat mukjizat bagi kita. aku jadi teringat lagu Mukjizat Itu Nyata, dari Nikita, memang benar, kuasa Tuhan itu tidak terbatas. bahkan apa yang kelihatan mustahil bagiku, itu menjadi sangat mungin bagi Dia. karena, Dia yang sudah merenda hidup ku. Dia tahu segalanya tentang diriku, tentang hidupku, tentang apa yang aku butuhkan.
Dia tahu segalanya, lebih dari apa yang kutahu tentang diriku sendiri.
"Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung dan mulia, akan ada saatnya nanti, kau melihat pelangi kasih-Nya"
God bless we all ^_^